Detail Cantuman Kembali
KAJIAN EFEK SAMPING OBAT KB INJEKSI PADA AKSEPTOR DENGAN ALGORITMA NARANJO DI PUSKESMAS SURABAYA
Banyaknya jumlah penduduk menjadi salah satu faktor masalah kependudukan. Oleh karena itu, pemerintah mengadakan progam KB (Keluarga Berencana) untuk mengendalikan jumlah penduduk yang terus meningkat. KB injeksi ialah pilihan jenis KB terbanyak di Indonesia, meski begitu tak sedikit yang mengeluhkan efek samping KB injeksi.
Salah satu alat untuk menganalisis efek samping ialah metode Algoritma Naranjo. Metode ini dilakukan dengan memberikan pilihan jawaban “Ya”, “Tidak” dan “Tidak tahu”. Penelitian ini dilakukan dengan cara pendekatan langsung dengan jenis penelitian prospektif deskriptif observasional dengan jenis metode penelitian cross- sectional. Pengambilan data dilakukan secara random sampling, yang telah dilakukan di puskesmas Jagir, Tenggilis dan Kebonsari pada bulan Desember 2019 hingga Maret 2020.
Pada hasil penelitian diperoleh 100 akseptor KB injeksi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB 1 bulan dan 3 bulan yang masing-masing mengalami efek samping peningkatan berat badan, amenore, sakit kepala, kulit wajah berminyak, kulit wajah berjerawat, mastalgia dan flek. Akseptor berusia 15-27 tahun (12,5%) dan (21,66%); 28-38 tahun (47,5%) dan (55%); 39-45 tahun (40%) dan (23%). Tiga efek samping terbanyak ialah peningkatan berat badan (60% dan 68,33%), amenore (35% dan 58%) dan pusing atau sakit kepala (35% dan 38%) dengan rata-rata skor naranjo yaang didapat masing-masing ialah 4,7 dan 4,78.
Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa efek samping obat KB injeksi 1 bulan dan 3 bulan termasuk kategori sangat mungkin atau Probable.
MAHMUDAH, A'ISYAH FAUZIAH - Personal Name
6B.S-Far Mah k 52-20
6B.S-Far Mah k 52-20
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2020
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...







